|
Gear menjadi hal yg penting di R/C kita, terlepas dari apapun motor dan terlepas pula dari ukuran roda yang kita gunakan. Transmisi energi dari motor menjadi daya dorong salah satunya dipengaruhi oleh kombinasi gear.Pinion gear adalah gear kecil yang m...enempel di motor kita. Pinion gear inilah yang nantinya mengirim energi ke roda kita melalui spur gear.
Dengan mengingat hubungan bahwa
P [daya atau horse power] = Torsi x RPM
atau
Torsi = P/RPM
artinya jelas kan gan. Torsi itu sebanding dengan Daya dan berbanding terbalik dengan RPM. Artinya begini gan, kalau agan mengharap torsi tinggi (daya dorong mobil tinggi) maka pilihannya ada 2:1. Tambah daya (horse power) dari motor, atau2. Kurangi RPM. Tapi jangan sampe 0 gan.
Maksudnya dikurangi adalah ke titik optimumnya.Jadi jelas kan kenapa rotasi motor tidak langsung ditransfer ke ban tapi harus melalui spur gear yang ukurannya lebih besar dari pinion gear? Yes, karena kalau agan langsung putar roda degan pinion gear yang langsung tersambung dengan motor, maka RPM yang dihasilkan akan tinggi sekali tapi torsi-nya rendah, alias tak ada daya dorong.
Dengan kata lain, motor itu bekerja dengan kecepatan putar yang terlampau tinggi untuk bekerja secara efisien di jalan.
Gear Ratio
Gear ratio adalah perbandingan antara jumlah gigi (teeth) antara pinion gear dan spur gear. Kalo agan sempat, coba hitung jumlah gigi dari pinion gear agan yang nempel di motor. Lalu agan ambil dan hitung juga jumlah gigi dari spur gear. Biasanya, jumlah gear itu disebutkan dengan dengan satuan "T", jadi jumlah pinion gear agan diatas itu adalah 24T dan 72T.
Misalnya agan punya jumlah gigi di pinion gear 24T dan spur gear 72T, maka ratio antara pion to spur adalah
Pinion gear/ spur gear = 24/72 = 1/3 atau 1:3
Artinya, untuk memutar spur sebanyak 1 kali, agan harus memutar pinion sebanyak 3 kali. Artinya lagi, kalo agan ingin roda berputar 1 kali, maka motor agan harus diputar 3 kali. Kalau motor agan berputar dengan kecepatan 24,000 rpm maka roda akan berputar dengan kecepatan 8,000 rpm. Jadi turun ya gan? Ya ini persis seperti yang disebutkan diatas bahwa "motor itu bekerja dengan kecepatan putar yang terlampau tinggi untuk bekerja secara efisien di jalan"
Dengan mengingat hubungan bahwa
P [daya atau horse power] = Torsi x RPM
atau
Torsi = P/RPM
artinya jelas kan gan. Torsi itu sebanding dengan Daya dan berbanding terbalik dengan RPM. Artinya begini gan, kalau agan mengharap torsi tinggi (daya dorong mobil tinggi) maka pilihannya ada 2:1. Tambah daya (horse power) dari motor, atau2. Kurangi RPM. Tapi jangan sampe 0 gan.
Maksudnya dikurangi adalah ke titik optimumnya.Jadi jelas kan kenapa rotasi motor tidak langsung ditransfer ke ban tapi harus melalui spur gear yang ukurannya lebih besar dari pinion gear? Yes, karena kalau agan langsung putar roda degan pinion gear yang langsung tersambung dengan motor, maka RPM yang dihasilkan akan tinggi sekali tapi torsi-nya rendah, alias tak ada daya dorong.
Dengan kata lain, motor itu bekerja dengan kecepatan putar yang terlampau tinggi untuk bekerja secara efisien di jalan.
Gear Ratio
Gear ratio adalah perbandingan antara jumlah gigi (teeth) antara pinion gear dan spur gear. Kalo agan sempat, coba hitung jumlah gigi dari pinion gear agan yang nempel di motor. Lalu agan ambil dan hitung juga jumlah gigi dari spur gear. Biasanya, jumlah gear itu disebutkan dengan dengan satuan "T", jadi jumlah pinion gear agan diatas itu adalah 24T dan 72T.
Misalnya agan punya jumlah gigi di pinion gear 24T dan spur gear 72T, maka ratio antara pion to spur adalah
Pinion gear/ spur gear = 24/72 = 1/3 atau 1:3
Artinya, untuk memutar spur sebanyak 1 kali, agan harus memutar pinion sebanyak 3 kali. Artinya lagi, kalo agan ingin roda berputar 1 kali, maka motor agan harus diputar 3 kali. Kalau motor agan berputar dengan kecepatan 24,000 rpm maka roda akan berputar dengan kecepatan 8,000 rpm. Jadi turun ya gan? Ya ini persis seperti yang disebutkan diatas bahwa "motor itu bekerja dengan kecepatan putar yang terlampau tinggi untuk bekerja secara efisien di jalan"